Sugiyanto, S.S

Sugiyanto, S.S lahir di Bima pada tanggal 7 Agustus 1983 dari pasangan H. Ridwan dan Hj. Siti Kalsom. Beliau merupakan putra pertama dari empat bersaudara yang tumbuh dalam lingkungan keluarga sederhana yang menjunjung tinggi nilai pendidikan, disiplin, dan kerja keras. Sejak kecil, Sugiyanto dikenal sebagai sosok yang tekun, memiliki semangat belajar tinggi, serta aktif dalam berbagai kegiatan sosial di lingkungan tempat tinggalnya. Nilai-nilai yang ditanamkan oleh kedua orang tuanya menjadi pondasi penting dalam perjalanan hidup dan kariernya sebagai seorang pendidik.

Perjalanan pendidikan dasar ditempuh di SDN Padende. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, beliau melanjutkan studi di SMP Negeri 1 Bolo dan kemudian menempuh pendidikan menengah atas di SMA Negeri 1 Bolo. Selama masa sekolah, Sugiyanto dikenal sebagai siswa yang aktif dan memiliki minat besar terhadap ilmu pengetahuan, khususnya bidang sejarah dan sosial kemasyarakatan. Semangat belajar yang kuat membawanya untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Hasanuddin Makassar.

Di Universitas Hasanuddin Makassar, beliau mengambil jurusan Ilmu Sejarah dan berhasil menyelesaikan studi pada tahun 2006. Masa kuliah menjadi salah satu fase penting yang membentuk karakter kepemimpinan dan wawasan organisasinya. Selain aktif mengikuti perkuliahan, Sugiyanto juga terlibat dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan yang memperkuat kemampuan komunikasi, manajemen organisasi, dan kepedulian sosial. Demi memperkuat kompetensi di bidang pendidikan, beliau melanjutkan pendidikan Akta IV di STAIM Bima dan menyelesaikannya pada tahun 2007.

Pengalaman organisasi selama menjadi mahasiswa memberikan warna tersendiri dalam perjalanan hidupnya. Sugiyanto pernah menjadi pengurus harian KMB (Komunitas Mahasiswa Bima Makassar), sebuah organisasi yang menghimpun mahasiswa asal Bima di Makassar. Selain itu, beliau juga dipercaya sebagai Wakil Ketua I Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Sejarah periode 2002/2003. Pengalaman tersebut membentuk dirinya menjadi pribadi yang visioner, mampu bekerja sama, dan memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat sejak usia muda.

Kariernya sebagai pendidik dimulai pada tahun 2009 ketika beliau diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Penugasan pertama diberikan di SMKN 5 Bima yang kini dikenal sebagai SMKN 1 Donggo. Meski hanya bertugas selama satu tahun, pengalaman tersebut menjadi langkah awal pengabdiannya di dunia pendidikan. Pada tahun 2010, beliau dipindahkan ke SMPN 3 Donggo dan mengabdi di sekolah tersebut hingga tahun 2021. Selama lebih dari satu dekade, Sugiyanto dikenal sebagai guru yang disiplin, inovatif, dan dekat dengan siswa maupun masyarakat sekitar.

Dedikasi dan loyalitasnya dalam dunia pendidikan membawanya pada amanah baru sebagai kepala sekolah. Pada tahun 2022, beliau dipercaya menjadi Kepala SMPN 8 Donggo Satap. Dalam kepemimpinannya, beliau berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran, membangun budaya disiplin, serta memperkuat kerja sama antara sekolah dan masyarakat. Kepemimpinannya yang humanis dan penuh semangat perubahan membuatnya semakin dikenal sebagai sosok pendidik yang visioner dan inspiratif.

Pada tahun 2023, Sugiyanto kembali mendapat kepercayaan besar dengan dilantik menjadi Kepala SMPN 3 Donggo, menggantikan Hasanuddin, S.Pd.Ina yang memasuki masa purna tugas. Kembalinya beliau ke SMPN 3 Donggo sebagai kepala sekolah menjadi momentum penting dalam perjalanan pengabdiannya. Dengan pengalaman panjang sebagai guru di sekolah tersebut, beliau memahami kebutuhan sekolah dan terus berkomitmen menghadirkan inovasi pendidikan yang mampu meningkatkan mutu sekolah dan prestasi peserta didik.

Selain aktif sebagai kepala sekolah, Sugiyanto juga terus berkontribusi dalam organisasi profesi guru. Pada masa bakti XXIII tahun 2025–2030, beliau dipercaya sebagai Koordinator Konten PGRI Smart Learning and Character Center serta Sekretaris PGRI Cabang Donggo. Amanah tersebut menunjukkan kepercayaan besar terhadap kemampuan, dedikasi, dan integritasnya dalam memajukan dunia pendidikan. Perjalanan hidup Sugiyanto, S.S menjadi bukti bahwa kerja keras, semangat belajar, dan pengabdian yang tulus dapat membawa seseorang menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan dunia pendidikan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *